Kompres Air Hangat Menggunakan Warm Water Zack (Wwz) Pada Pasien Dyspepsia Dengan Masalah Nyeri Akut Melalui Aplikasi Teori Keperawatan Orem

Authors

  • Yusti Triani Universitas Dehasen Bengkulu
  • Yance Hidayat Universitas Dehasen Bengkulu
  • Nuche Marlianto Universitas Dehasen Bengkulu

Keywords:

Dyspepsia, Orem, kompres hangat dengan WWZ

Abstract

Dispepsia merupakan istilah yang umum dipakai untuk suatu sindrom atau kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, muntah, kembung cepat kenyang, rasa perut penuh. Nyeri ulu hati yang dialami penderita dyspepsia bisa datasi  salah satunya dengan pemberian kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack). WWZ adalah botol karet yang berisi air panas untuk mengkompres bagian tubuh yang sakit. Kompres hangat sering digunakan untuk mengurangi nyeri yang berhubungan dengan ketegangan otot walaupun dapat juga dipergunakan untuk mengatasi untuk mengurangi gejala nyeri lainnya dan dipadukan dengan teori keperawatan Orem.

Tujuan umum studi kasus ini adalah untuk menerapkan teori keperawatan Dorothea E Orem pada Pasien dyspepsia dengan memberikan kompres air hangat menggunakan WWZ agar dapat menurunkan rasa nyeri pada pasien dan memberikan rasa nyaman, selain itu penelitian ini juga dilakukan agar dapat diketahui apakah teori Orem dapat di aplikasikan pada pasien dyspepsia yang diberikan tindakan kompres air hangat menggunakan WWZ.

Metode penelitian studi kasus ini adalah metode kualitatif dengan strategi penelitian Case study research, dimana peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua pasien dyspepsia dengan mengaplikasikan teori model keperawatan Dorothea Orem dan kompres air hangat menggunakan WWZ.

Hasil asuhan keperawatan pada pasien dyspepsia menggunakan teori Orem antara lain: Diagnosa dan resep, tahapan ini mencakup pengkajian, analisa, menetapkan diagnosa keperawatan dan menyusun intervensi keperawatan. Diagnosa yang ditetapkan adalah ketidakmampuan pasien dalam mengatasi nyeri ulu hati dan intoleran aktivitas. Sedangkan intervensi keperawatan yang disusun diarahkan pada bantuan untuk mengurangi nyeri ulu hati dengan pemberian kompres air hangat menggunakan WWZ melalui pendekatan supportive educative bagi pasien dan keluarga.

Teori Orem ini dapat diterapkan dan diaplikasikan dengan baik dalam perawatan berfokus pada kasus dyspepsia. Saran untuk pasien dan keluarga agar tetap menjaga kesehatan baik kesehatan fisik, psikologis maupun lingkungan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kekambuhan.

References

Andarmoyo, Sulistyo. 2013. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Chaidir, Reny, & Maulina, Herfa. (2015).Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Semester Akhir Prodi S1 Keperawatan Di STIKES Sumber Bukti Tinggi.

Djojoningrat D (2014). Dispepsia Fungsional. Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setyohadi B, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid II. Edisi ke 6. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Fithriyana, Rinda (2018). "Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dispepsia pada Pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota." Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Gabbay, R. A., & Adelman, A. M. (2010). Future models of diabetes care. In R. I. G. Holt, C. Cockram, A. Flyvbjerg, B. J. Goldstein (Eds.)., Textbook of diabetes (4th Ed.). Retrieved from http://en.bookfi.org

George, JB (1995). Nursing Theories : The Base for Professional Nursing Practice. Appleton & Lange. California.

Irianto. (2015). Memahami Berbagai Macam Penyakit. Bandung: Penerbit Alfabeta

Meleis, Afaf Ibrahim. (1997). Theoretical Nursing : Development and progress. (3rd Ed.). Philadelphia : Lippincott-Raven Publisher.

Mia Khoirul (2017). Penerapan terapi kompres air hangat untuk mengurangi nyeri pada pasien

gastritis di Ruang Dahlia RSUD Dr. Soedirman Kebumen 2017. KTI. Kebumen: STIKes Muhammadiyah Gombong.

Mubarak, Wahit Iqbal dkk. (2015). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar. Jakarta : Salemba Medika

Parawansa, Novira. (2020). Hubungan Keteraturan Makan dan Diet Iritatif denganDispepsia pada Mahasiswa Pendidikan Dokter UmumFakultasKedokteran Universitas Sriwijaya. Undergraduate thesis, SriwijayaUniversity. https://repository.unsri.ac.id/39600/

Parker, Marlin E. (Editor) (2006). Nursing theories and nursing practice. (2nd Ed). Philadelphia : F.A. Davis Company.

Potter & Perry. (2010). Keperawatan Fundamental. Buku 3. Edisi 7. Singapura : Elsevier Inc 7.

Purnamasari L (2017). Faktor Risiko , Klasifikasi , dan Terapi Sindrom Dispepsia. Cdk.

Rezky (2018). Pengaruh kompres hangat terhadap nyeri artritis gout pada lanjut usia di Kampung Tegalegendu Kecamatan Kota Gede Yogyakarta. Jakarta: Jurnal Ners dan Kebidanan.

Rizka (2018). Hubungan tingkat pengetahuan penderita asam urat dengan kepatuhan diet rendah purin di Gawanan Timur Kecamatan Colombu Karanganyar. Jakarta: Jurnal Ners dan Kebidanan.

Sandi, D. E. (2020). Hubungan keteraturan pola makan dengan kejadian dispepsia fungsional pada remaja : sistematic review skripsi. Skripsi.

Syamsiah, Nita dan Muslihat, Endang. (2021). Pengaruh Terapi Relaksi AutogenikTerhadap Tingkat Nyeri Akut pada Abdominal Pain di IGDRSUDKarawang 2014. https://ejournal.bsi.ac.id /ejurnal/index.php/jk/article/view/148

Warianto, C., (2011), Solusi Penyakit Maag Tanpa Mengobati, Available at http://skp.unair.ac.id/repository/Guru-Indonesia/SolusiPenyakitMaag_ChaidarWarianto_41.pdf, Accessed on 15 juli 2022.

Downloads

Published

2022-11-17

How to Cite

Triani, Y., Hidayat, Y., & Marlianto, N. (2022). Kompres Air Hangat Menggunakan Warm Water Zack (Wwz) Pada Pasien Dyspepsia Dengan Masalah Nyeri Akut Melalui Aplikasi Teori Keperawatan Orem. Jurnal Ilmiah Amanah Akademika, 5(2), 32–39. Retrieved from https://ojs.stikesamanah-mks.ac.id/index.php/jihad/article/view/15

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.