Analisis Faktor Standar Prosedur Operasional Terhadap Resiko Jatuh Pasien Di Ruangan Bedah RSUD

Authors

  • Dian Meiliani Yulis Politeknik Kesehatan Megarezky
  • Ady Purwoto Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada Jakarta
  • Zulfikar Peluw Poltekkes Kemenkes Maluku
  • Syaputra Artama Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Usti Syah Putri Institut Teknologi dan Kesehatan Tritunas Nasional

Keywords:

Ruangan Bedah, Resiko Jatuh, Standar Prosedur Operasional, Pasien

Abstract

Abstrak.

Pendahuluan: Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi penilaian risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis pasien, kemampuan belajar dari insiden serta tindak lanjutnya maupun implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional terhadap Resiko Jatuh pasien  di ruangan bedah RSUD. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu jenis penelitian tiap subjek penelitian hanya sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variebel subjek pada saat pemeriksaan. Penelitian ini dilaksanakan pada 26 September 2022. Hasil: Berdasarkan  hasil analisis  yang  telah  dilakukan analisa univariat terhadap setiap variabel untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan analisa bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dimana uji statistic yang digunakan adalah uji Chi-Square dan uji alternatifnya Fisher’s Exact. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan perawat, sikap perawat, keterampilan perawat dengan kepatuhan perawat terhadap  Standar Operasional Prosedur di ruangan bedah RSUD.

References

Depkes RI, (2008). National Patient Safety Agency (NPSA). Jakarta

Depkes RI. (2011). Peraturan Menetri Kesehatan Republik Indonesia. No. 1691 /Menkes/Per/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta

Dewi, wawan. (2011). Pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Nuha Medika. Yogyakarta.

Fatmawati, Dewi. (2015). Hubungan Supervisi Kepala Ruangan dengan Kinerja Perawat dalam Penerapan Patient Safety di ruang Rawat Inap Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. Tesis. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah. Surabaya.

Faizin dan Winarsih. 2012. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Lama Kerja perawan dan Kinerja Perawat di RSU Pandan Arang Kabupaten Boyolali. Berita Ilmu Keperawatan Vol.1 No. 3, 137-142.

Hidayat, A. (2014. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta. SalembaMedika.

Joint Commission International (JCI), (2011) Standar Akreditasi Rumah Sakit : Enam Sasaran Keselamatan Pasien. Edisi ke-4. Jakarta KARS. (2012). Penilaian Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta.

Keles, K & Tilaar. ( 2012). Implementation Analysis of Standards Patient Safety Goals in Emergency Department Dr. Sam Ratulangi Tondano Hospital Accordance with Version 2012 Hospital Accreditation. JIKMU. (5)2. 23-35.

Kemenkes RI. (2011). Standar Akreditasi Rumah Sakit, Kerjasama Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan Repoblik Indonesia dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Jakarta.

Kongres PERSI. (2012). Laporan Peta Nasional Insiden Keselamatan Pasien. JakartaKomite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS). (2011). Laporan insiden keselamatan pasien periode januari-april 2011 (triwulan I).

Mudayana, A.A. (2015). Pelaksanaan Patient Safety oleh Perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu. 06(02), 145-149

Nasir, M.2011.Metode Penelitian Sosial,Jakarta: Ghalia Indonesia.

Ngalngola, E. (2012). Gambaran Pengetahuan dan Motivasi Perawat terhadap Penerapan Program Patient Safety di Instalasi Rawat Inap RSUD Daya Makassar Tahun 2012. Jurnal Ners. 7(2), 23-29.

Notoatmodjo, S. (2010) Ilmu Perilaku Kesehatan, Jakarta. Rineka Cipta.

Nursalam. (2012). Manajemen Keperawatan :Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Profesional. Edisi 3. Jakarta. Jagakarsa.

Oktaviani, H. (2015). Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Pencegahan Resiko Jatuh Pasien di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta. Jurnal Airlangga. 07(3), 132-138.

Perry & Potter. (2010). Fundamental Keperawatan : Konsep Proses dan Praktek. Jakarta. SalembaMedika.

WHO, 2009. Who guidelines on hand hygiene in health care, first global patient safety challenge, clean care is safer care. 2009. Geneva: World Health Organization..

Wirawan, E. A. (2013). Hubungan antara Supervisi Kepala Ruang dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa. Jurnal Manajemen Keperawatan. 1(1), 1-6.

Downloads

Published

2023-03-03

How to Cite

Yulis, D. M., Purwoto, A., Peluw, Z., Artama, S., & Putri, U. S. (2023). Analisis Faktor Standar Prosedur Operasional Terhadap Resiko Jatuh Pasien Di Ruangan Bedah RSUD. Jurnal Ilmiah Amanah Akademika, 6(1), 6–10. Retrieved from https://ojs.stikesamanah-mks.ac.id/index.php/jihad/article/view/37

Most read articles by the same author(s)