Edukasi Pemberian Makanan Pendamping Asi Pada Balita Umur 6 – 24 Bulan
Keywords:
Edukasi, Makanan Pendamping, ASI, BalitaAbstract
Makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi selain ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya.MP-ASI diberikan mulai umur 6-24 bulan dan merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlah. Tujuan MP-ASI adalah untuk menambah energi dan zat gizi yang diperlukan bayi karena ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi secara terus-menerus. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal dapat diketahui dengan cara melihat kondisi pertambahan berat badan seorang anak, jika anak tidak mengalami peningkatan maka menunjukkan bahwa kebutuhan energi bayi tidak terpenuhi. pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi, dan role play. Hasil pengabdian masyarakat dalam upaya meningkatkan dukungan keluarga terhadap makanan pendamping ASI dapat terserap dan diterima oleh keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dapat ditingkatkan oleh pihak petugas kesehatan dengan adanya dukungan keluarga dan masyarakat.
References
M. A. Putri & F Yuliana, Meningkatkan Pengetahuan Siswa Tentang Jananan Sehat . APMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1 Nomor 2 Juli 2021.
Ariandani, B. (2011). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Sekolah Dasar. Bondika_Ariandani_aprillia_G2C007016.pdf Cahyadi., W. (2008).
Analisi dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Manakan. Jakarta. BumiAksara Depdiknas. (2008). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta Dikmenum. Devi, N. (2012). Anak Sekolah. Jakarta. Kompas
Kusmiyati. (2016). Penyuluhan tentang Pemilihan Jajanan Sehat Pada Siswa SDN 1 Tamansari. Laporan pengabdian pada masyarakat, LPPM Unram. Mataram Hamida,
Khairuna., Zulaekah, Siti., Mutalazimah. (2012). Penyuluhan Gizi dengan Media Komik untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Keamanan Makanan Jajanan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1): 67-73 Pudjiati S. (2001). Ilmu Gizi klinis pada anak. Jakarta. FKUI Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/MenKes/Per/IX/1988. Bahan Tambahan Makanan
Santosa, S. dan Ranti, A. L. (2009). Kesehatan & Gizi. Jakarta, Rineka Cipta Sibagariang, E. E. (2010). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta, Trans Info Media.
Winarno,F.,G., dan Rahayu. (1994). Bahan Tambahan Makanan Untuk Pangandan Kontaminan. Cet 1. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan
Sri Rahmayanti, Citrakesumasari, Safrullah Amir, Nurahedar Jafar, Nurzakiah. Analisis Zat Gizi Makro PMT Ibu Menyusui Es Krim Berbasis Susu Kedelai Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia / Articles. DOI: https://doi.org/10.30597/jgmi.v11i2.21764
Rezqiqah Aulia Rahmat, Rahmat Pannyiwi, Naomi Malaha, Andi Arfah. (2022), Bersahabat Dengan Covid_19, Sahabat Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat 1 (1), 14-17. https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/8
Nurlita Putri, demsa simbolon. Pengaruh Pemberian MP-ASI Terhadap Kejadian Stunting. Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia / ArticlesPoltekkes Kemenkes Bengkulu. http://orcid.org/0000-0002-4603-5351.
Rezqiqah Aulia Rahmat, Rahmat Pannyiwi, Muhammad Syafri, Sahdan M. (2022), PKM Panti Asuhan Nurul Amal. Jurnal Sahabat Sosial: VOL. 1 NO. 1 (2022): SEPTEMBER. https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/10




