Penyuluhan Terhadap Pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut
Keywords:
Masyarakat, Penyuluhan, Pencegahan, Infeksi Saluran Pernafasan AkutAbstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan akut yang meliputi saluran pernapasan bagian atas seperti rhinitis, faringitis, dan otitis serta saluran pernapasan bagian bawah seperti laryngitis, bronkhitis, bronkhiolitis dan pneumonia, yang dapat berlangsung selama 14 hari. Batas waktu 14 hari diambil untuk menentukan batas akut dari penyakit tersebut. Saluran pernapasan terdiri dari organ mulai dari hidung sampai alveoli beserta sinus, ruang telinga tengah dan pleura (Wahyuni & Kurniawati, 2021). ISPA merupakan infeksi yang terdapat pada saluran napas atas maupun saluran napas bagian bawah. Ispa juga dapat menyerang berbagai usia mulai dari bayi, balita, anak-anak,remaja, dewasa bahkan lansia, dan umumnya Ispa merupakan penyakit yang umum di jumpai di Negara berkembang. Virus penyebab ISPA antara lain adalah golongan miksovirus, adenovirus, coronavirus, picornavirus, mycoplasma, herpesvirus, dan lain-lain (Hapipah et al., 2021). Metode yang digunakan adalah dengan ceramah dan diskusi serta melakukan pre test dan post test. Hasil pretest tingkat pengetahuan tentang ISPA yang paling banyak pengetahuan kurang sebanyak 8 orang (40,0%) sedangkan setelah diberikan edukasi berupa penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi tingkat pengetahuan cukup sebanyak 10 orang (50,0%). Diharapkan hasil kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan kesehatan bertujuan agar orang mampu menerapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri, mampu memahami apa yg dapat mereka lakukan terhadap masalahnya, untuk meningkatkan taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat.
References
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL). 2011. Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran pernapasan Akut. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
Oktaviani, V.A. 2009. Hubungan Antara Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Skripsi. FIK Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Oktaviani D, Fajar, Purba IG. 2010. Hubungan kondisi fisik rumah dan perilaku keluarga terhadap kejadian ISPA pada anak balita di kelurahan Cambai Kota Prambulih Tahun 2010. Jurnal Pembangunan Manusia. 4 (12)
Patmawati Dongky, Kadrianti, (2016). Faktor risiko lingkungan fisik rumah dengan kejadian ispa balita di kelurahan takatidung polewali mandar. Universitas Al Asyariah Mandar, Indonesia. UJPH 5 (4) (2016). Unnes Journal of Public Health. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph.
Rudianto. 2013. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di 5 Posyandu Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan Karawang Tahun 2013. Skripsi. FKIK Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Winardi, W., Umboh, J., & Rattu, A.J. 2015. Hubungan antara Kondisi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kecamatan Sario Kota Manado. Skripsi. Universitas Sam Ratulangi.
Nopia Wati, Agus Ramon, Hasan Husin, Emi Kosvianti. Peningkatan Pengetahuan Dan Pencegahan Penyakit Ispa Pada Siswa-Siswi SMPN 6. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUPENGKES), Vol. 1 No. 1 Desember 2022 : 10 – 15. https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/JUPENGKES




