Penerapan Prinsip Higiene Sanitasi Makanan Jajanan (Gorengan) di Kecamatan Kambu Kota Kendari

Authors

  • Darwin Safiu Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional
  • Nurkholis Nurkholis Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Keywords:

Penerapan, Prinsip, Higiene Sanitasi Makanan Jajanan Kota Kendari

Abstract

Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengerajin makanan ditempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap saji untuk dijual bagi umum selain yang disajikan di jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel. Makanan yang terkontaminasi dapat disebabkan oleh higiene sanitasi makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Gorengan adalah salah satu makanan jajanan yang dijual dipedagang kaki lima. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan prinsip higiene sanitasi makanan jajanan (gorengan). Dampak konsumsi gorengan yang dilakukan secara terus menerus dan secara berlebihan dapat berakibat buruk terhadap tubuh, antara lain adalah obesitas, meningkatkan resiko jantung koroner hingga kanker karena zat karsinogenik yang dihasilkan dari proses penggorengan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penjual gorengan yang berada di Kecamatan Kambu Kota Kendari yang berjumlah 29 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penjual gorengan di Kecamatan Kambu yaitu sebanayak 29 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 29 responden terdapat 27 responden memenuhi syarat pemilihan bahan makanan, 22 responden memenuhi syarat penyimpanan bahan makanan, 26 responden (89,7%) memenuhi syarat pengolahan makanan, 24 responden (82,8%) memenuhi syarat penyimpanan makanan, 27 responden (93,1%) memenuhi syarat pengangkutan makanan, dan 23 responden (79,3%) memenuhi syarat penyajian makanan.

References

Agustina, Pambayun, R.& Febry,F.,2009. Higiene dan Sanitasi Pada Pedagang Makanan Tradisional di Lingkungan Sekolah Dasar di Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang. Jurnal Publikasi Ilmiah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya,23(3), pp. 233-239.

Ayu,I.D.,2015. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Sikap Dalam Memilih Jajanan Pada Anak Sekolah Dasar.Universitas Surabaya,pp. 50-62.

Asan,B.,2015.Gambaran Higiene dan Kantin Sekolah Dasar Di Desa Tunang Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Universitas Muhamadiyah Pontianak.

BPOM Sultra, 2017. Data Keracunan Akibat Makanan, Kendari: Badan Pengawasan Obat dan Makanan Sulawesi Tenggara.

Chandra,B., 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC.

Chandra,B., 2007. Ilmu Kesehatan Lingkungan.Jakarta: EGC.

Depkes RI, 2004. Peraturan Menteri Kesehatan No. 924/Menkes/VII/2003. Tentang Pedoman dan Sanitasi Higiene, Jakarta: Ditjen PPM &PLP.

Depkes RI,2006. Keputusan Menteri RINo.942/Menkes/SK/VII/2006. Tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan, Jakarta.

Depkes RI, 2007. Penyelenggaraan Makanan di RumahSakit, Jakarta: Ditjen Bina Gizi Kesehatan masyarakat.

FAO Indonesia, 2009. Cara Memilih dan Mengolah Makanan Untuk Perbaikan Gizi Masyarakat. Jakarta, Media Litbang Kesehatan.

Fathonah,S.,2006. Higiene dan Sanitasi Makanan. Jurnal Universitas Negeri Semarang.

Fatmawati,S., Rosdini, A.& Handarsari,E.,2013. Perilaku Higiene Pengolahan Makanan Berdasarkan Pengetahuan Tentang Higiene Mengolah Makanan Dalam Penyelenggaraan Makanan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga di Jawa Tengah.Jurnal Gizi,20(6), pp. 50-62.

Hartono,A.&Widyastuti,P.,2006. Penyakit Bawaan Makanan. Jakarta: Kedokteran EGC.

Hidayat, A. H., 2010. Hubungan Pengetahuan dan Praktek Penjamah Makanan Mengenai Higiene Sanitasi Makanan Dengan Keberadaan Escherchia Coli Pada Nasi Rames ( Studi Pada Kantindi Lingkungan Universitas Diponegoro Tembalang).Diponegoro University.

Handayani & Werdiningsih, 2010. Kondisi Sanitasidan Keracunan Makanan Tradisional.Agroteksos,20(2), pp. 76-82.

Islamy. G. P, 2018. Analisis Higiene Sanitasasi Dan Keamanan Makanan Jajanan Di Pasar Besar Kota Malang.

Kepmenkes RI, 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.942/Menkes/SK/2003 Tentang Pedoman Persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan.

Kindi, A., 2013. Hubungan Pengetahuan Makanan dan Kesehatan Dengan Frekuensi Konsumsi Makanan Jajanan Pada Anak Sekolah Dasar Pembangunan Laboratorium.Jurnal Universitas Negeri Padang.

Kusmayadi, 2008. Cara Memilih Dan Mengolah Makanan Untuk Perbaikan Gizi Masyarakat. Tahun 2008

Lestari,2015. Hubungan Higiene Sanitasi minuman Dengan Keberadaan Escherchia Coli Pada Jus Buah Dibeberapa Kantin dan Pedagang Sekolah Dasar Favorit di Kota Samarinda.

Murti,2006. Desain dan Ukuran Sampel Untuk Penelitian Kuantitatif danKualitatif Dibidang Kesehatan.Yogyakarta: UGM Press.

Musfirah,M.,2014.PenyuluhanTerhadapSikapIbuDalamMemberikanToiletTrainingpadaAnak.Jurnal Kesehatan Masyarakat,9(2), pp. 157-166.

WHO, 2006. Penyakit Bawaan Makanan: Fokus Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Downloads

Published

2021-12-30

How to Cite

Safiu, D., & Nurkholis, N. (2021). Penerapan Prinsip Higiene Sanitasi Makanan Jajanan (Gorengan) di Kecamatan Kambu Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Amanah Akademika, 4(2), 128–154. Retrieved from https://ojs.stikesamanah-mks.ac.id/index.php/jihad/article/view/110

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 

You may also start an advanced similarity search for this article.