Analisis Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang Yang Ada Di Wilayah Puskesmas Tamalanrea

Authors

  • Apdiani Toalu STIK Tamalatea Makassar
  • ST. Nurul Aliah Alwy STIKES Baramuli Pinrang
  • Baharuddin Baharuddin STIK Tamalatea Makassar
  • A. Nur Hartati STIK Tamalatea Makassar

Keywords:

DAMIU, Parameter Fisik, Parameter Kimia, Parameter Mikrobiologi

Abstract

Pendahuluan: Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) No. 492 Tahun 2010 menyatakan bahwa air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi  syarat  kesehatan  dan  dapat langsung  diminum.  Pertumbuhan  penduduk  yang  setiap  tahunnya  meningkat  dengan  pesat  menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya pencemaran air tanah yang semakin parah hingga saat ini, sehingga ketersediaan air minum yang layak semakin berkurang. Hal inilah yang mendorong munculnya badan usaha yang mengolah air baku menjadi air yang siap untuk diminum. Tujuan: untuk mengetahui layak atau tidaknya  kualitas air minum yang dihasilkan oleh Depot Air Minum Isi Ulang di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen yang merupakan penelitian laboratorium secara fisik, kimia dan mikrobiologi terhadap air minum yang dihasilkan oleh Depot Air Minum Isi Ulang di wilayah Puskesmas Tamalanrea dan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Makassar berdasarkan 32 sampel pada tanggal 21 bulan Juli 2020. Hasil: parameter fisik dapat dilakukan dengan melihat dan mengamati secara langsung apakah air tersebut berwarna, berbau, berasa atau tidak. Untuk uji kimia sampel dilakukan dengan metode UV-Vis, parameter mikrobiologi (Escherichia Coli) atau jumlah Escherichia  Coli dalam sampel. Kesimpulan: 1. Hasil yang diperoleh dari 27 depot (32 sampel) yang diteliti menunjukkan bahwa semua depot yang ada di wilayah Puskesmas Tamalanrea Memenuhi Syarat (100%) dari segi parameter fisik, parameter Kimia, dimana hasil yang didapatkan bahwa semua air minum dari depot tersebut tidak berbau. 2. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 27 depot (32 sampel) yang diperiksa didapatkan  18 depot yang diteliti di wilayah Puskesmas Tamalanrea Memenuhi Syarat (59,26%) dan 9 depot yang Tidak Memenuhi Syarat (40,74%).

References

Asfawi S. (2004). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Padas Tingkat Produsen di Kota Semarang Tahun 2004. Universitas Diponegoro. Semarang.

Departemen Kesehatan, (2005). Info Penyehatan Air dan Sanitasi Vol VII,no 13. Percetakan Negara. Jakarta

Departemen Perindustrian Republik Indonesia, (2005). Panduan Teknis Pengelolaan Depot Air Minum, Jakarta.

Entjang, I. (2003). Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Akademi Keperawatan dan Sekolah Tenaga Kesehatan yang Sederajat. Bandung:Citra Adtya Bakti.

Kusnoputranto,H. (2000). Kesehatan Lingkungan. FKM UI. Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010).Pedoman Penyelenggaraan hygiene sanitasi depot air minum. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Arya Wisnu. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit Andi

Brooks Geo F. 2005. Mikrobiologi Kedokteran (edisi 1). Jakarta :Salemba Medika

Buckle K.A. 2010. Ilmu pangan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI press)

Candra Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran (EGC)

Hardiansyah Oksandi. 2014. Uji Kualitas Air Menggunakan Metode MPN. (online).http://bloomadailmu.co.id/2014/04/uji-kualitas-air-menggunakan-metode-mpn.html. Diakses tanggal 1 april 2016

Husin Sukanda. 2009. Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika

Indarto. 2010. Hidrologi Dasar Teori Dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Jakarta: Bumi aksara

Mulia Ricki. 2005. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Muntu Ronny. 2008. Penyehatan Air Dan Pengelolaan Limbah Cair-A (PAPLC-A). Makassar: Poltekes

Public Health Journal. 2012. Kesehatan Depot Air Minum Isi Ulang. (online). http://publichealth-journal.helpingpeopleideas.com/standard-kesehatan-depot-air-minum-isi-ulang. Diakses tanggal 1 april 2016

Purwana Rachmadi. 2003. Pedoman Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang. Jakarta: Depkes

Rahmat Pannyiwi, Nurhaedah, Andi Hariati, Rezqiqah Aulia Rahmat. Persepsi Klien Tentang Komunikasi Terapeutik Perawat Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan

Risco Gobel. 2008. Mikrobiologi Umum Dalam Praktek. Makassar: Universitas Hasanuddin

Slamet Juli Soemirat. 2009. Kesehatan lingkungan. Yogyakarta: Gadjah mada university.

Sumantri Arif. 2010. Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Kencana prenada media group

Tim Redaksi. 2010. Perundangan Tentang Lingkungan Hidup. Jakarta: Pustaka Yustisia

Downloads

Published

2023-03-08

How to Cite

Toalu, A., Aliah Alwy, S. N., Baharuddin, B., & Hartati, A. N. (2023). Analisis Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang Yang Ada Di Wilayah Puskesmas Tamalanrea. Jurnal Ilmiah Amanah Akademika, 6(1), 34–39. Retrieved from https://ojs.stikesamanah-mks.ac.id/index.php/jihad/article/view/43

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.