Analisis Pemberian Imunisasi Campak Pada Balita Usia 9-24 Bulan
Keywords:
Pemberian Imunisasi Campak, Pengetahuan, BalitaAbstract
Di lihat dari tahun 2010 World Health Organization (WHO) bersama United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) merencanakan suatu strategi global atupun regional pada tahun 2010-2015 mereka mempunyai tujuan program yang dapat mengendalikan penyakit campak dengan cara mengurangi terjadinya kematian penyakit campak yang nilainya sebesar 90% (estimated) tahun 2015. Menurut global dan regional angka kematian penyakit campak di semua wilayah South-East Asia, yaitu sudah mencapai sekitar 75.770 kasus.Indonesia adalah penyumbang kasus campak paling besar dari 47 negara di dunia. Jumlah keseluruhan kasus penyakit campak yang sangat tinggi pada anak balita yaitu (3,4%) dan yang masih cukup tinggi di temukan pada anak usia di bawah 5 tahun. Penyakit campak ini dapat menyebabkan kematian namun penyakit ini bisa dicegah dengan cara imunisasi (PD31). Sekitar 1,7 kasus kematian di Indonesia dan sekitar 5% dapat menyebabkan kematian anak di bawah usia 5 tahun (3,4%). Penyakit campak di Indonesia menjadi masalah kejadian luar biasa (KLB). Kejadian luar biasa (KLB) pada campak terjadi apabila terdapat 5 atau lebih kasus klinis dalam waktu 4 minggu berturut-turut yang terjadi mengelompok dan adanya hubungan epidemiologis. Penyebaran kasus suspek campak hampir terdapat di seluruh provinsi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak pada balita usia 9-24 bulan
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 120 orang ibu. Pengambilan sampel menggunakan teknik Acedental sampling dan di peroleh sampel sebanyak 120 orang ibu.
Hasil penelitian dengan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu (p-value=0,000<0,05) dengan pemberian imunisasi campak pada balita usia 9-24 bulan
Saran diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan tingkat pengetahuan responden mengenai pentingnya pemberian imunisasi campak dan manfaatnya dengan cara melakukan penyuluhan-penyuluhan di setiap desa/kelurahan.
References
Adharani, Y., & Meilina, P. (2017). Penjadwalan Imunisasi Anak Usia 0 – 18 Tahun. 2(2502).
Afriana, & , Eulisa Fajriana, A. U. (2021). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Di Desa Cot Bada Tunong Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Journal Of Healthcare Technology And Medicine, 7(2), 1649–1662.
Andika Fauziah, K. (2018). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Usia 9-12 Bulan Di Puskesmas Sukakarya Kota Sabang Analysis Of Related Factors With Immunization Of Measles In Baby Age 9-12 Months In Puskesmas Sukakarya Sabang City. Journal Of Healthcare Technology And Medicine, 4(1), 11–17.
Aufarahman. (2012). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Campak Dengan Kepatuhan Jadwal Pemberian Imunisasi Campak Pada Balita Di Puskesmas Danurejan I Yogyakarta. Studi, Program Keperawatan, Ilmu, 14.
Febrianti, T., & Efendi, R. (2019). Faktor Determinan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Balita Di Kecamatan Padarincang 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 960, 155–163.
Fitri Haryanti Harsono. (2019). 10 Negara Di Dunia Dengan Kasus Campak Tertinggi Tahun 2018. Liputan6. Https://Www.Liputan6.Com/Health/Read/3910467/10-Negara-Di-Dunia-Dengan-Kasus-Campak-Tertinggi-Tahun-2018
Huvaid, S. U., Yulianita, Y., & Mairoza, N. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Campak Pada Balita. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/Bb Medan, 4(2), 83–87. Https://Doi.Org/10.34008/Jurhesti.V4i2.139
Irwan. (2017). Etika Dan Perilaku Kesehatan (E. Taufiq (Ed.)). Cv. Absolute Media.
Katharina, K. (2014). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Campak Pada Anak Usia 12 Bulan Di Desa Bumi Restu Wilayah Kerja Puskesmas Tatakarya Lampung Utara. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, Vii(2), 9. Https://Ejurnal.Poltekkes-Tjk.Ac.Id/Index.Php/Jkm/Article/View/559
Kemenkes, R. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan (Lpb) Kementrian Kesehatan Ri.
Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan Cetakan Kedua. Rineka Cipta.
Priyanto, T. (2014). Pengantar Pendidikan. Pt. Bumi Aksara.
Sari, R. M., Effendi, S., & Dewi, E. M. (2018). Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Ar-Rum Salatiga, Vol.3(No.1).
Srilina Br Pinem, Lince Sembiring, N. F. S. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Balita Dalam Pemberian Imunisasi Campak Di Posyandu Desa Pertibi Tembe Kec.Merek Tahun 2019. Chmk Health Journal, 4(April), 173–182.
Teti, A. Y., & Jannah, M. (2022). Determinan Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Campak Di Puskesmas Larangan Utara Kota Tangerang Tahun 2021. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 12(1), 17–23. Https://Doi.Org/10.52643/Jbik.V12i1.2042
Wiwi, A. (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Masyarakat Tentang Skistosomiasis Di Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah Tahun 2015. Ilmu Kedokteran, 53(9), 1689–1699.
Yahmal, P. N. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Campak. Jurnal Medika Hutama, 03(01), 402–406.


